![]() |
| Gambar: Bukti Lailatul Qadar 27 Ramadhan |
Ad Placement
Kamis, 21 Mei 2020
Adakah Malam Lailatul Qadar Jatuh Pada 27 Ramadan 1441 Hijri?
Minggu, 17 Mei 2020
Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar

Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar
Berikut merupakan Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar
Rabu, 13 Mei 2020
Perihal Malam Lailatul Qadar

Perihal Malam Lailatul Qadar
Antara kelebihan malam ini ialah:
Bilakah Berlakunya Lailatul Qadar?
Tanda-Tanda Lailatul Qadar
Doa Lailatul Qadar

Amalan Malam Lailatul Qadar
- Solat Tahajjud
- Solat Taubat
- Solat Hajat
- Solat Tasbih
- Solat Witir

Amalan Lailatul Qadar Untuk Wanita Haid
Kamis, 07 Mei 2020
Kisah Urwah Bin Zubair Melawan Sakit dengan Zikir, Hasilnya...(Bagian 2 Habis)
Sekaratnya Iblis Disaksikan Nabi Adam dan Hawa
Kala kiamat tiba, iblis dan bala tentaranya akan menghadapi sakaratul maut dengan penuh siksaan.
Pada saat itu, tak ada satu tempat pun bagi Iblis untuk bersembunyi dan Si Iblis akan menjerit dengan sekeras-keranya karena kesakitan dari mendapat siksaan dari Malaikat Maut. Dan tak hanya itu, Bapak Adam dan Ibu Hawa ternyata juga dihadirkan di hadapan Sekaratnya Iblis.
Bagaimana kisahnya…
Berikut Kisahnya
Pada Kitab karya agung dari Imam Abdirrahim bin Ahmad Al-Qadhiy, ketika hari kiamat tiba, semua makhluk yang hidup akan mengalami mati, tak terkecuali Iblis Laknatullah dan bala tentaranya.
Saat itulah Iblis mengalami saat-saat yang begitu menyakitkan kala Malaikat Maut mendatanginya dan mancabut nyawanya dengan sangat kasar sekali.
Di hari kiamat kelak, Malaikat Maut akan membentak kepada Iblis,
“Berhentilah kamu Iblis Laknatullah. Rasakanlah kepedihan kematian sebagaimana yang dirasakan oleh orang-orang yang engkau sesatkan dalam beberapa abad selama engkau hidup dan inilah hari yang ditentukan oleh Allah SWT terhadap kamu, maka kemanakah kamu hendak lari?”
Rasa Takut Iblis
Ia mencoba berlari menghindari Malaikat Maut itu, akan tetapi kemanapun Iblis menghindar, Mlaikat Maut selalu saja menemukannya. Lebih ringan Cahaya daripada Api (antara bahan pembuatan malaikat dan iblis), sehingga malaikat selalu lebih cepat daripada kecepatan iblis.
Tak ada satu tempat pun untuk bersembunyi pada saat hari kiamat. Kemudian iblis mencoba berlari menuju makam Nabi Adam as dan berkata,
“Karena kamulah aku mendapat laknat.”
Dalam sekejap, Malaikat Maut telah sampai terlebih dulu di hadapan iblis. Kemudian Iblis bertanya,
“Minuman dan siksaan apakah yang akan ditimpakan terhadapku?”
“Kamu akan diberi minum dari Neraka Ladha, siksa yang kamu terima seupa dengan siksa ahli neraka tapi berlipat ganda.”
Jetit Tangis Iblis
Mendengar hal itu, Iblis pun jatuh berguling-guling di atas tanah sambil menjerit sekuat-kuatnya. Kemudian ia berlari dari arah barat ke timur dan akhirnya sampai ke sebuah tempat dimana dia pertama kali diturunkan. Di tempat itu, iblis sudah dihadang oleh Malaikat Zabaniah dengan rantai di tangannya.
Tatkala bumi bagaikan bola api karena dikerumuni oleh Malaikat Zabaniah yang menikam dengan bebatuan dari neraka sehingga iblis meraakan siksa sakaratul maut yang amat sangat pedih.
Disaksikan Nabi Adam dan Hawa
Pada saat itu dipanggillah Nabi Adam as dan istrinya Siti Hawa agar melihat iblis yang sekarat.
Nabi Adam as berdoa,
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah menyempurnakan Nikmat-Mu kepada kami.”
itulah sedikit kisah yang membuat Iblis merasakan putus asa yang mendalam.
Selasa, 05 Mei 2020
Kisah Urwah Bin Zubair Melawan Sakit dengan Zikir, Hasilnya...(Bagian 1)
KETAKWAAN terhadap Allah bisa mengalahkan rasa sakit yang luar biasa sekalipun. Hal ini ditunjukkan oleh Urwah Bin Zubair ketika kakinya hendak diamputasi.
Urwah Bin Zubair sendiri merupakan anak dari sahabat Rasulullah, Zubair bin Awwam, sedangkan ibunya Asma binti Abu Bakar as-Shidiq, dijuluki dzatun nithaqain (pemilik dua ikat pinggang).
Dikutip dari laman Tebuireng yang mengutip dari buku 101 Kisah Tabi’in (2006:681), Urwah yang lahir di Madinah pada 644 M adalah salah satu generasi tabi’in yang merupakan tokoh ilmu Fikih di kota Madinah. Beliau mengkhatamkan seperempat Alquran setiap siang dengan membuka mushaf, lalu ketika shalat malam membaca ayat-ayat Alquran dengan hafalan.
Rutinitas itu tak pernah ia tinggalkan sejak masih remaja hingga wafat, melainkan ada satu peristiwa yang terjadi padanya sehingga ia harus melewatkan rutinitas tersebut.
Suatu ketika di zaman khalifah Al-Walid bin Abdul Malik, khalifah ke-6 Bani Umayyah, Allah menguji Urwah dengan cobaan yang tak seorang pun mampu melewatinya, kecuali hatinya telah penuh keimanan dan keyakinan.
Khalifah Al-Walid bin Abdul Malik mengundang Urwah ke Damaskus untuk menemuinya. Urwah memenuhi undangan tersebut dan mengajak putra tertuanya.
Khalifah pun menyambut Urwah bin Zubair dengan hangat. Namun saat di sana, Allah berkhendak lain. Ketika putra Urwah memasuki kendang kuda Walid untuk bermain dengan kuda-kuda yang ada di sana, salah satu kuda menendang putra Urwah hingga meninggal seketika.
Belum berakhir kesedihan Urwah bin Zubair atas kepergian anaknya, salah satu kakinya terkena penyakit ganas seperti tumor yang dapat menjalar ke seluruh tubuhnya.
Karena hal itu, Khalifah memanggil para dokter yang terbaik untuk menyembuhkan penyakit yang dialami oleh Urwah, tetapi para dokter sepakat bahwa tidak ada cara lain untuk menyembuhkannya selain dengan mengamputasi kaki Urwah, sebelum penyakit itu menjalar ke seluruh tubuh. Saat itu tidak ada lagi alasan untuk menolaknya… (Bersambung)
Senin, 04 Mei 2020
15 Kebaikan Membaca Al-Quran

15 Kebaikan Membaca Al-Quran
Pertama :
Kedua :
Ketiga :
Keempat :
Kelima :
Keenam :
Ketujuh :
Kelapan :
Kesembilan :
Kesepuluh :
Kesebelas :
Kedua belas :
Ketiga belas :
Keempat belas :
Kelima belas :
Minggu, 03 Mei 2020
Kisah Atikah Wanita Agung dalam Sejarah Islam, Siapapun Meninggal Setelah Menikah Dengannya
DALAM sejarah Islam tercatat Atikah binti Zaid merupakan wanita agung yang ikut berbai’at dan hijrah. Parasnya menawan serta berakhlak mulia, namun siapa yang menyangka setiap yang menikahinya meninggal?
Abdullah ibn Abu Bakar ash-Shiddiq r.a terpesona dengan kecantikan Atikah hingga tak mampu menjauh darinya. Wanita yang memiliki perasaan lembut dan halus tiada tara itu pun dinikahinya.
Abdullah yang sudah resmi jadi suami Atikah begitu melekat ke istrinya sehingga lupa waktu salat, lupa perang, dan lain-lain. Oleh karena itu ayahnya memerintahkan Abdullah agar menceraikan wanita cantik tersebut.
Setelah bercerai, Abdullah sangat merana, merasa kehilangan sehingga ayahnya tak tega dan menyuruh putranya untuk rujuk kembali. Mendengar hal ini pun Abdullah sangat bahagia.
Setelah Abdullah-Atikah rujuk, terjadilah Perang Thaif. Abdullah yang berperang bersama Rasulullah terkena panah hingga ia gugur sebagai syuhada.
Setelah kepergian suaminya, Atikah menikah lagi dengan Umar ibn Khatab. Suatu malam Umar tebunuh dalam kegelapan dengan tusukan sebilah pisau beracun. Tragedi kelabu kembali menyelimuti kehidupan Atikah. Ia pun melantunkan suatu syair.
Wahai mata tumpahkanlah air mata dan ratapan
Jangan tunda, atas sang imam yang mulia
Katakan kepada mereka yang sengsara: ‘Matilah!’
Maut memberinya minum dengan gelas kematian
Tak lama kemudian, datang Zubair ibn Awwam untuk melamarnya dan Atikah pun bangkit dari kesedihan. Mereka menjalin kehidupan yang penuh kebahagiaan, ketaatan, dan ketakwaan. Seiring berjalannya waktu, takdir berkata lain karena sang suami gugur dalam pertempuran Wadi as-Siba yang terletak di antara Makkah dan Basrah.
Follow Us
Popular Posts
Label
Pages
Blog Archive
-
▼
2020
(45)
-
▼
Mei
(8)
- Adakah Malam Lailatul Qadar Jatuh Pada 27 Ramadan ...
- Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar
- Perihal Malam Lailatul Qadar
- Kisah Urwah Bin Zubair Melawan Sakit dengan Zikir,...
- Sekaratnya Iblis Disaksikan Nabi Adam dan Hawa
- Kisah Urwah Bin Zubair Melawan Sakit dengan Zikir,...
- 15 Kebaikan Membaca Al-Quran
- Kisah Atikah Wanita Agung dalam Sejarah Islam, Sia...
-
▼
Mei
(8)
Ad Placement




