Tata cara shalat Idul Adha – Kali ini akan dibahas penjelasan mengenai shalat Idul Adha, meliputi…
Baca Selengkapnya di http://www.fiqihmuslim.com
Ad Placement
Tata cara shalat Idul Adha – Kali ini akan dibahas penjelasan mengenai shalat Idul Adha, meliputi…
Baca Selengkapnya di http://www.fiqihmuslim.com
Pria asal Leeds, Inggris, Martin menjadi mualaf pada 2000 lalu saat dirinya berusia 29 tahun. Sebelumnya, ia menganggap Islam sebagai agama yang aneh. “Saya awalnya enggan melakukan ini (mualaf) karena Islam sangat aneh bagi saya. Namun, saya mulai bertemu dengan Muslim dan belajar lebih banyak tentang agama,” kata Martin dilansir dari laman Leeds New Muslims, Kamis (11/6). Martin merupakan orang Inggris berkulit putih keturunan Irlandia, dan ia dilahirkan dalam keluarga Katolik. Martin menjadi anak lelaki altar untuk beberapa waktu dan ayahnya ingin menjadi seorang pastor. Pada masa itu, Martin tidak mengetahui apa-apa tentang Islam. Ia bahkan tidak bisa membedakan antara Muslim, Hindu, dan Sikh. Martin mengungkapkan, sebelumnya ia hanya orang biasa yang menjalani kehidupan normal. Ia senang bersosialisasi dengan teman-teman, menonton sepak bola, dan bertemu orang-orang. Namun kemudian ia bertemu dengan seorang wanita Muslim keturunan Prancis dan Maroko. Dia berada di Inggris dengan penempatan kerja, sebagai bagian dari program kuliah yang dia ikuti. Dia tinggal bersama orang tua Martin sebagai keluarga angkat agar ia dapat meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisnya. “Kami saling tertarik dan mulai menjalin hubungan. Tetapi segera setelah itu, dia memberi tahu saya bahwa kami hanya bisa bersama melalui pernikahan. Dan karenanya, saya harus masuk Islam,” kata Martin. Akhirnya Martin pun memutuskan mempelajari islam. Ia bertemu dengan orang-orang Muslim, namun itu bukan pengalaman yang baik baginya. Martin menginginkan seseorang yang bisa mengajari dirinya dasar-dasar agama. Kemudian dengan penyampaian dalam bahasa Inggris yang jelas dan dengan cara yang mudah dimengerti. Namun, semua Muslim yang ia temukan menggunakan bahasa Arab atau Urdu. Selain itu, mereka sangat terikat dengan budaya aslinya dalam hal pakaian dan tingkah laku. “Tidak ada yang dapat saya lihat di dalamnya yang membuat saya merasa saya bisa menjadi seorang Muslim. Bagaimanapun, saya memutuskan jika saya benar-benar ingin belajar tentang Islam, saya harus belajar sendiri. Jadi saya mulai membaca buku demi buku,” ucap Martin. Martin mengaku terkejut menemukan Islam berbagi garis keturunannya dengan agama Kristen dan Yahudi, dan semua yang ia baca selaras dengan jiwanya. Dan setelah berbulan-bulan belajar, Martin merasa yakin Islam merupakan agama yang benar dari Tuhan dan ia siap bertaubat. Martin pun memutuskan bersyahadat sendirian dengan Allah Subhanahu wa taala dan Malaikat-Nya sebagai saksinya. Setelah itu, ia menganggap dirinya seorang Muslim. Beberapa waktu kemudian, Martin mendaftarkan diri ke beberapa kelas paruh waktu Islam di universitas. Gurunya juga merupakan seorang mualaf dan begitu juga beberapa siswa lainnya. Akhirnya, Martin bertemu orang-orang yang sehubungan dengannya dan saat itulah praktik Islam benar-benar dimulai oleh Martin. “Sebagai seorang manusia, saya memang berdialog dengan Tuhan, tetapi entah bagaimana terhenti. Islam menyalakan kembali dialog itu, menghubungkan kembali saya dengan-Nya dan menghapus perantara apa pun dalam hubungan kami,” kata Martin. Martin memberikan nasihat bagi orang yang ingin mencari tahu tentang islam. Mereka harus menggunakan waktu, dan meminta petunjuk kepada Allah Subhanahu wa taala. Islam memiliki semua jawaban atas segala pertanyaan. Martin menambahkan, bagi mereka yang baru pindah agama menjadi Muslim, diharapkan tetap berpenampilan dengan baik. Hal ini karena mereka merupakan wakil dari Islam.
Manfaat puasa senin kamis – Salah satu amalan sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan adalah…
Baca Selengkapnya di http://www.fiqihmuslim.com
Doa pernikahan untuk pengantin baru – Saat mendatangi pesta pernikahan (walimatul ursy) keluarga…
Baca Selengkapnya di http://www.fiqihmuslim.com
Lafadz ijab qobul bahasa Arab – Proses ijab kabul adalah hal yang paling utama dalam sebuah…
Baca Selengkapnya di http://www.fiqihmuslim.com
Doa agar wajah bercahaya – Jika kita ingin terlihat menarik alias cantik dan ganteng di depan semua…
Baca Selengkapnya di http://www.fiqihmuslim.com
Doa menghafal Al-Quran – Al-Quran adalah kitab suci yang mulia dan merupakan pedoman hidup bagi…
Baca Selengkapnya di http://www.fiqihmuslim.com
Doa agar musuh takut melihat kita – Dalam kehidupan sehari-hari, tentu kita memiliki berbagai macam…
Baca Selengkapnya di http://www.fiqihmuslim.com
Doa meredam amarah – Islam telah mengatur segala hal yang ada pada berbagai aspek kehidupan ini,…
Baca Selengkapnya di http://www.fiqihmuslim.com
Doa membuka toko agar laris – Sebagai manusia, kita haruslah bekerja dan mencari nafkah untuk bisa…
Baca Selengkapnya di http://www.fiqihmuslim.com
Niat menikah dalam Islam – Pada proses pernikahan, selain hal-hal dasar seperti rukun, syarat dan…
Baca Selengkapnya di http://www.fiqihmuslim.com
Teks Bacaan Surat Al-Ahzab – Surat Al Ahzab merupakan salah satu nama surat dalam kita suci…
Baca Selengkapnya di http://www.fiqihmuslim.com
Sholawat Nur Habib Ali Al Habsyi – Sebagai seorang muslim, kita sangat dianjurkan untuk sebanyak…
Baca Selengkapnya di http://www.fiqihmuslim.com
Doa agar cepat punya rumah sendiri – Rumah adalah kebutuhan pokok yang sangat penting bagi manusia….
Baca Selengkapnya di http://www.fiqihmuslim.com
Teks bacaan surat As-Sajdah – Surat As Sajdah merupakan salah satu nama surah yang ada dalam kitab…
Baca Selengkapnya di http://www.fiqihmuslim.com
Doa takziah – Takziah adalah kegiatan menengok atau menjenguk orang yang telah meninggal sekaligus…
Baca Selengkapnya di http://www.fiqihmuslim.com
Hadits tentang pernikahan dalam Islam – Menikah adalah salah satu hal yang tidak hanya menjadi…
Baca Selengkapnya di http://www.fiqihmuslim.com
Lirik Ya Ala Baitin Nabi – Sholawat yang akan dibahas kali ini adalah shalawat atau qasidah yang…
Baca Selengkapnya di http://www.fiqihmuslim.com
Bacaan surat Luqman – Surat Luqman merupakan surah urutan ke-31 dalam kitab suci Al-Qur’an. Jumlah…
Baca Selengkapnya di http://www.fiqihmuslim.com
Doa agar percaya diri – Dalam kehidupan ini, terkadang kita mengalami sebuah masalah yang tidak…
Baca Selengkapnya di http://www.fiqihmuslim.com
![]() |
| Gambar: Bukti Lailatul Qadar 27 Ramadhan |




Kala kiamat tiba, iblis dan bala tentaranya akan menghadapi sakaratul maut dengan penuh siksaan.
Pada saat itu, tak ada satu tempat pun bagi Iblis untuk bersembunyi dan Si Iblis akan menjerit dengan sekeras-keranya karena kesakitan dari mendapat siksaan dari Malaikat Maut. Dan tak hanya itu, Bapak Adam dan Ibu Hawa ternyata juga dihadirkan di hadapan Sekaratnya Iblis.
Bagaimana kisahnya…
Berikut Kisahnya
Pada Kitab karya agung dari Imam Abdirrahim bin Ahmad Al-Qadhiy, ketika hari kiamat tiba, semua makhluk yang hidup akan mengalami mati, tak terkecuali Iblis Laknatullah dan bala tentaranya.
Saat itulah Iblis mengalami saat-saat yang begitu menyakitkan kala Malaikat Maut mendatanginya dan mancabut nyawanya dengan sangat kasar sekali.
Di hari kiamat kelak, Malaikat Maut akan membentak kepada Iblis,
“Berhentilah kamu Iblis Laknatullah. Rasakanlah kepedihan kematian sebagaimana yang dirasakan oleh orang-orang yang engkau sesatkan dalam beberapa abad selama engkau hidup dan inilah hari yang ditentukan oleh Allah SWT terhadap kamu, maka kemanakah kamu hendak lari?”
Ia mencoba berlari menghindari Malaikat Maut itu, akan tetapi kemanapun Iblis menghindar, Mlaikat Maut selalu saja menemukannya. Lebih ringan Cahaya daripada Api (antara bahan pembuatan malaikat dan iblis), sehingga malaikat selalu lebih cepat daripada kecepatan iblis.
Tak ada satu tempat pun untuk bersembunyi pada saat hari kiamat. Kemudian iblis mencoba berlari menuju makam Nabi Adam as dan berkata,
“Karena kamulah aku mendapat laknat.”
Dalam sekejap, Malaikat Maut telah sampai terlebih dulu di hadapan iblis. Kemudian Iblis bertanya,
“Minuman dan siksaan apakah yang akan ditimpakan terhadapku?”
“Kamu akan diberi minum dari Neraka Ladha, siksa yang kamu terima seupa dengan siksa ahli neraka tapi berlipat ganda.”
Mendengar hal itu, Iblis pun jatuh berguling-guling di atas tanah sambil menjerit sekuat-kuatnya. Kemudian ia berlari dari arah barat ke timur dan akhirnya sampai ke sebuah tempat dimana dia pertama kali diturunkan. Di tempat itu, iblis sudah dihadang oleh Malaikat Zabaniah dengan rantai di tangannya.
Tatkala bumi bagaikan bola api karena dikerumuni oleh Malaikat Zabaniah yang menikam dengan bebatuan dari neraka sehingga iblis meraakan siksa sakaratul maut yang amat sangat pedih.
Pada saat itu dipanggillah Nabi Adam as dan istrinya Siti Hawa agar melihat iblis yang sekarat.
Nabi Adam as berdoa,
“Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah menyempurnakan Nikmat-Mu kepada kami.”
itulah sedikit kisah yang membuat Iblis merasakan putus asa yang mendalam.
KETAKWAAN terhadap Allah bisa mengalahkan rasa sakit yang luar biasa sekalipun. Hal ini ditunjukkan oleh Urwah Bin Zubair ketika kakinya hendak diamputasi.
Urwah Bin Zubair sendiri merupakan anak dari sahabat Rasulullah, Zubair bin Awwam, sedangkan ibunya Asma binti Abu Bakar as-Shidiq, dijuluki dzatun nithaqain (pemilik dua ikat pinggang).
Dikutip dari laman Tebuireng yang mengutip dari buku 101 Kisah Tabi’in (2006:681), Urwah yang lahir di Madinah pada 644 M adalah salah satu generasi tabi’in yang merupakan tokoh ilmu Fikih di kota Madinah. Beliau mengkhatamkan seperempat Alquran setiap siang dengan membuka mushaf, lalu ketika shalat malam membaca ayat-ayat Alquran dengan hafalan.
Rutinitas itu tak pernah ia tinggalkan sejak masih remaja hingga wafat, melainkan ada satu peristiwa yang terjadi padanya sehingga ia harus melewatkan rutinitas tersebut.
Suatu ketika di zaman khalifah Al-Walid bin Abdul Malik, khalifah ke-6 Bani Umayyah, Allah menguji Urwah dengan cobaan yang tak seorang pun mampu melewatinya, kecuali hatinya telah penuh keimanan dan keyakinan.
Khalifah Al-Walid bin Abdul Malik mengundang Urwah ke Damaskus untuk menemuinya. Urwah memenuhi undangan tersebut dan mengajak putra tertuanya.
Khalifah pun menyambut Urwah bin Zubair dengan hangat. Namun saat di sana, Allah berkhendak lain. Ketika putra Urwah memasuki kendang kuda Walid untuk bermain dengan kuda-kuda yang ada di sana, salah satu kuda menendang putra Urwah hingga meninggal seketika.
Belum berakhir kesedihan Urwah bin Zubair atas kepergian anaknya, salah satu kakinya terkena penyakit ganas seperti tumor yang dapat menjalar ke seluruh tubuhnya.
Karena hal itu, Khalifah memanggil para dokter yang terbaik untuk menyembuhkan penyakit yang dialami oleh Urwah, tetapi para dokter sepakat bahwa tidak ada cara lain untuk menyembuhkannya selain dengan mengamputasi kaki Urwah, sebelum penyakit itu menjalar ke seluruh tubuh. Saat itu tidak ada lagi alasan untuk menolaknya… (Bersambung)

DALAM sejarah Islam tercatat Atikah binti Zaid merupakan wanita agung yang ikut berbai’at dan hijrah. Parasnya menawan serta berakhlak mulia, namun siapa yang menyangka setiap yang menikahinya meninggal?
Abdullah ibn Abu Bakar ash-Shiddiq r.a terpesona dengan kecantikan Atikah hingga tak mampu menjauh darinya. Wanita yang memiliki perasaan lembut dan halus tiada tara itu pun dinikahinya.
Abdullah yang sudah resmi jadi suami Atikah begitu melekat ke istrinya sehingga lupa waktu salat, lupa perang, dan lain-lain. Oleh karena itu ayahnya memerintahkan Abdullah agar menceraikan wanita cantik tersebut.
Setelah bercerai, Abdullah sangat merana, merasa kehilangan sehingga ayahnya tak tega dan menyuruh putranya untuk rujuk kembali. Mendengar hal ini pun Abdullah sangat bahagia.
Setelah Abdullah-Atikah rujuk, terjadilah Perang Thaif. Abdullah yang berperang bersama Rasulullah terkena panah hingga ia gugur sebagai syuhada.
Setelah kepergian suaminya, Atikah menikah lagi dengan Umar ibn Khatab. Suatu malam Umar tebunuh dalam kegelapan dengan tusukan sebilah pisau beracun. Tragedi kelabu kembali menyelimuti kehidupan Atikah. Ia pun melantunkan suatu syair.
Wahai mata tumpahkanlah air mata dan ratapan
Jangan tunda, atas sang imam yang mulia
Katakan kepada mereka yang sengsara: ‘Matilah!’
Maut memberinya minum dengan gelas kematian
Tak lama kemudian, datang Zubair ibn Awwam untuk melamarnya dan Atikah pun bangkit dari kesedihan. Mereka menjalin kehidupan yang penuh kebahagiaan, ketaatan, dan ketakwaan. Seiring berjalannya waktu, takdir berkata lain karena sang suami gugur dalam pertempuran Wadi as-Siba yang terletak di antara Makkah dan Basrah.

☝🏼apabila tiba bulan Ramadhan… semua roh berkumpul di *Luh Mahfuz* memohon kepada Allah S.W.T untuk kembali ke bumi…

Ad Placement