Senin, 14 Desember 2020

Tata Cara Shalat Idul Adha | Niat Shalat, Bacaan Doa, Rukun, Sunnah

Tata Cara Shalat Idul Adha | Niat Shalat, Bacaan Doa, Rukun, Sunnah

Tata cara shalat Idul Adha – Kali ini akan dibahas penjelasan mengenai shalat Idul Adha, meliputi…

Baca Selengkapnya di http://www.fiqihmuslim.com

Jumat, 11 Desember 2020

Kisah Mualaf Martin, Sempat Anggap Islam Aneh

Kisah Mualaf Martin, Sempat Anggap Islam Aneh

Pria asal Leeds, Inggris, Martin menjadi mualaf pada 2000 lalu saat dirinya berusia 29 tahun. Sebelumnya, ia menganggap Islam sebagai agama yang aneh. “Saya awalnya enggan melakukan ini (mualaf) karena Islam sangat aneh bagi saya. Namun, saya mulai bertemu dengan Muslim dan belajar lebih banyak tentang agama,” kata Martin dilansir dari laman Leeds New Muslims, Kamis (11/6). Martin merupakan orang Inggris berkulit putih keturunan Irlandia, dan ia dilahirkan dalam keluarga Katolik. Martin menjadi anak lelaki altar untuk beberapa waktu dan ayahnya ingin menjadi seorang pastor. Pada masa itu, Martin tidak mengetahui apa-apa tentang Islam. Ia bahkan tidak bisa membedakan antara Muslim, Hindu, dan Sikh. Martin mengungkapkan, sebelumnya ia hanya orang biasa yang menjalani kehidupan normal. Ia senang bersosialisasi dengan teman-teman, menonton sepak bola, dan bertemu orang-orang. Namun kemudian ia bertemu dengan seorang wanita Muslim keturunan Prancis dan Maroko. Dia berada di Inggris dengan penempatan kerja, sebagai bagian dari program kuliah yang dia ikuti. Dia tinggal bersama orang tua Martin sebagai keluarga angkat agar ia dapat meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisnya. “Kami saling tertarik dan mulai menjalin hubungan. Tetapi segera setelah itu, dia memberi tahu saya bahwa kami hanya bisa bersama melalui pernikahan. Dan karenanya, saya harus masuk Islam,” kata Martin. Akhirnya Martin pun memutuskan mempelajari islam. Ia bertemu dengan orang-orang Muslim, namun itu bukan pengalaman yang baik baginya. Martin menginginkan seseorang yang bisa mengajari dirinya dasar-dasar agama. Kemudian dengan penyampaian dalam bahasa Inggris yang jelas dan dengan cara yang mudah dimengerti. Namun, semua Muslim yang ia temukan menggunakan bahasa Arab atau Urdu. Selain itu, mereka sangat terikat dengan budaya aslinya dalam hal pakaian dan tingkah laku. “Tidak ada yang dapat saya lihat di dalamnya yang membuat saya merasa saya bisa menjadi seorang Muslim. Bagaimanapun, saya memutuskan jika saya benar-benar ingin belajar tentang Islam, saya harus belajar sendiri. Jadi saya mulai membaca buku demi buku,” ucap Martin. Martin mengaku terkejut menemukan Islam berbagi garis keturunannya dengan agama Kristen dan Yahudi, dan semua yang ia baca selaras dengan jiwanya. Dan setelah berbulan-bulan belajar, Martin merasa yakin Islam merupakan agama yang benar dari Tuhan dan ia siap bertaubat. Martin pun memutuskan bersyahadat sendirian dengan Allah Subhanahu wa taala dan Malaikat-Nya sebagai saksinya. Setelah itu, ia menganggap dirinya seorang Muslim. Beberapa waktu kemudian, Martin mendaftarkan diri ke beberapa kelas paruh waktu Islam di universitas. Gurunya juga merupakan seorang mualaf dan begitu juga beberapa siswa lainnya. Akhirnya, Martin bertemu orang-orang yang sehubungan dengannya dan saat itulah praktik Islam benar-benar dimulai oleh Martin. “Sebagai seorang manusia, saya memang berdialog dengan Tuhan, tetapi entah bagaimana terhenti. Islam menyalakan kembali dialog itu, menghubungkan kembali saya dengan-Nya dan menghapus perantara apa pun dalam hubungan kami,” kata Martin. Martin memberikan nasihat bagi orang yang ingin mencari tahu tentang islam. Mereka harus menggunakan waktu, dan meminta petunjuk kepada Allah Subhanahu wa taala. Islam memiliki semua jawaban atas segala pertanyaan. Martin menambahkan, bagi mereka yang baru pindah agama menjadi Muslim, diharapkan tetap berpenampilan dengan baik. Hal ini karena mereka merupakan wakil dari Islam.

Minggu, 06 Desember 2020

Manfaat Puasa Senin Kamis Beserta Hikmah dan Keutamaannya

Manfaat Puasa Senin Kamis Beserta Hikmah dan Keutamaannya

Manfaat puasa senin kamis – Salah satu amalan sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan adalah…

Baca Selengkapnya di http://www.fiqihmuslim.com

Minggu, 29 November 2020

Doa Pernikahan untuk Pengantin Baru | Bahasa Arab dan Artinya

Doa Pernikahan untuk Pengantin Baru | Bahasa Arab dan Artinya

Doa pernikahan untuk pengantin baru – Saat mendatangi pesta pernikahan (walimatul ursy) keluarga…

Baca Selengkapnya di http://www.fiqihmuslim.com

Sabtu, 21 November 2020

Bacaan Ijab Qobul Bahasa Arab untuk Wali dan Mempelai Pria

Bacaan Ijab Qobul Bahasa Arab untuk Wali dan Mempelai Pria

Lafadz ijab qobul bahasa Arab – Proses ijab kabul adalah hal yang paling utama dalam sebuah…

Baca Selengkapnya di http://www.fiqihmuslim.com

Jumat, 13 November 2020

Doa Agar Wajah Bercahaya dan Amalannya Menurut Islam

Doa Agar Wajah Bercahaya dan Amalannya Menurut Islam

Doa agar wajah bercahaya – Jika kita ingin terlihat menarik alias cantik dan ganteng di depan semua…

Baca Selengkapnya di http://www.fiqihmuslim.com

Kamis, 05 November 2020

Doa Menghafal Al-Quran dengan Cepat dan Mencegah Lupa

Doa Menghafal Al-Quran dengan Cepat dan Mencegah Lupa

Doa menghafal Al-Quran – Al-Quran adalah kitab suci yang mulia dan merupakan pedoman hidup bagi…

Baca Selengkapnya di http://www.fiqihmuslim.com

Rabu, 28 Oktober 2020

Doa Agar Musuh Takut Melihat Kita | Arab, Latin dan Artinya

Doa Agar Musuh Takut Melihat Kita | Arab, Latin dan Artinya

Doa agar musuh takut melihat kita – Dalam kehidupan sehari-hari, tentu kita memiliki berbagai macam…

Baca Selengkapnya di http://www.fiqihmuslim.com

Selasa, 20 Oktober 2020

Doa Meredam Amarah | Arab Latin dan Terjemahannya [Lengkap]

Doa Meredam Amarah | Arab Latin dan Terjemahannya [Lengkap]

Doa meredam amarah – Islam telah mengatur segala hal yang ada pada berbagai aspek kehidupan ini,…

Baca Selengkapnya di http://www.fiqihmuslim.com

Senin, 19 Oktober 2020

Berdiri di Mahsyar

Berdiri di Mahsyar

Kisah Mahsyar

Kata ustaz, mahsyar ni punya la lama sampai kita hari ni tak mampu fikir berapa lama kite akan berada di alam mahsyar. para sahabat rasulullah saw tanye, mahsyar kat mane? Jawab rasulullah saw, mahsyar ni di bumi ini sendiri di mane bumi ini dihamparkan. tak de pokok, tak de sungai, gunung ganang, tempat berteduh dan tiada bertepian. ini terjadi bile malaikat israfil tiup sangka kala pada pertama kali. 

kali kedua malaikat israfil tiup, semua manusia akan bangkit dari kubur masing2 dalam keadaan yang sungguh terpinga2. lalu manusia bertanye sesame sendiri, dimana kita? Lalu datang api dari laut yang meluap-luap menghambat manusia ke mahsyar. bayangkan manusia seluruhnya dari zaman nabi adam sampai manusia terakhir hidup di atas muka bumi ini dibangkitkan dalam keadaan lapar dan haus yang bersangatan serta bertelanjang bulat dihambat ke mahsyar. rujuk surah yasin ayat 52-54. ditambah dengan binatang lagi, jadi tak dapat dipastikan jumlah makhluq pada hari tu. 

Saidatina Aisyah ra pernah bertanya rasulullah saw, tidakkah kaum lelaki memandang aurat wanita. Lalu dijawab nabi saw dengan memetik ayat quran, pada hari itu semua manusia sibuk dengan urusan diri sendiri. Rujuk surah a’basa ayat 37(80:37). Ada yang ke mahsyar dengan menunggang binatang, ada yang pergi dengan mukanya, ada yang berjalan dan yang istimewa dibawa oleh malaikat munkar dan nakir. 

Bila sampai di mahsyar, perbicaraan tak berjalan lagi, kena tunggu entah berapa lama. Lalu keseluruhan umat manusia tadi pergi kepada nabi adam as hanya untuk meminta syafaat untuk Allah percepatkan hisab. jawab nabi adam dia tak boleh bagi syafaat kerana dia pernah melakukan dosa. pergilah seluruh umat manusia ini kepada seluruh rasul ulul azmi, bermula nabi Nuh, Musa, Isa, dan ibrahim tetapi diorang semua hanya berdoa keselamatan diri masing2. 

Lalu pergi semua manusia kepada nabi muhammad saw, lalu baginda berdoa dan Allah memperkenankan untuk mempercepatkan hisab. Bayangkan semasa menanti perbicaraan, ada orang dah mintak kat Allah awal2 agar disegerakan masuk ke neraka sebab tak tahan lamanya berdiri di mahsyar. Bayangkan ruang yang ada hanya untuk meletakkan tapak kaki kite je, dek padatnya manusia pada hari tu. 
Sebelum hisab bermula, kitab3 amalan kite akan turun dari arash. mase tu tahulah kite tangan mane yang sambut kitab tu. kalaupun tangan kanan yang ambil kitab kite, masih tak menjamin kite ke syurga. kemudian Allah panggil sorang2 untuk dihisab. sebelum Allah mule hisab, Allah suruh kite bace semua amalan yang tercatat dalam buku kite disaksikan semua manusia. tak de satu pun tertinggal.
lepas habis bace Allah akan tanye kite 3 soalan. 
1)adakah terdapat pahala kamu yang tidak dicatat oleh malaikat raqib dan atid 
2)tak ingat 
3)apa alasan kamu atas segala dosa yang kamu lakukan. 
Setelah ditimbang di Al Mizan, didapati pahala kite melebihi dosa kita. seolah-olah sikit lagi kite ke syurga, tetapi final check Allah buat. Allah tanye kepada semua orang, siapa yang kenal kita sila tampil kedepan untuk menuntut hak mereka. antara yang mula3 bangun adalah anak isteri keluarga, jiran2, kawan2, etc. jika ada hak mereka yang tidak ditunaikan, pahala kite tadi terpaksa bagi kat diorang.

Jika pahala dah habis, dosa diorang pulak kite tanggung (ini yang dimaksudkan suami akan tanggung dosa anak2 dan isteri). Kita yang perempuan, jagalah diri kita. Sebab apa yang kita buat tak effect diri kita sorang, tp effect jugak orang2 yang kita sayang. Ayah kita, abang dan adik2 lelaki kita, suami kita. Kalau betul sayang mereka, lindungi mereka, jangan jadi penarik mereka ke neraka.. Tutup aurat, jaga maruah, jaga akhlak, jaga agama kita.. Hari mahsyar hari yang sangat dahsyat. 
Kata ustaz, hidup di dunia janganlah kite kejar populariti, nak terkenal, takut tak tertanggung kesannye kat akhirat nanti. Kedua, jagalah amanah dan kejujuran kite sebab pada hari tu amanah dan kejujuran kite akan membantu. 
Yakinkah kita tergolong dlm golongan mereka yang terpilih Allah ke syurga? Nak masuk syurga bukan senang.. Bukan jgk simply boleh masuk dengan baik sorang2.. so jom sama-sama bantu diri dan kawan-kawan.. Moga Allah tolong kita di hari pembalasan nanti. Amin.. 
ps: Kawan yang sharing ni mintak didoakan sekali dalam doa kalian.. 🙂 
Nasihat Ustaz Azhar Idrus Utk perkongsian: 
Ketika kita mengeluh:“eeeiii, aku penat sangat…” ALLAH menjawab: (وَجَعَلْنَا نَوْمَكُمْ سُبَاتًا) “ Dan KAMI jadikan tidurmu utk istirehat (An Naba’ : 9) 
Ketika kita mengeluh:“Beratnya dugaan ni, tak sanggup rasanya aku…” ALLAH menjawab :(لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا) “ AKU tidak membebani seseorang, melainkan sesuai kesanggupan” (Al Baqarah :286) 
Ketika kita mengeluh : “Serabutnyaa…” ALLAH menjawab 🙁 أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ) “ Hanya dgn mengingatku hati akan menjadi tenang” (Ar Ra’d : 28) 
Ketika kita mengeluh:“Apa yg aku buat ni semua sia-sia…” ALLAH menjawab : (فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ) “Siapa yg mengerjakan kebaikan sebesar biji zarah sekalipun, nescaya ia akan melihat balasannya ” (Al Zalzalah : 7) 

Ketika kita mengeluh: “ tak dak sorang pun yg nak tolong aku…” ALLAH menjawab:(وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ) “ Berdoalah (mintalah) kepadaKU, nescaya Aku kabulkan”(Al Ghafir : 60) 
Ketika kita mengeluh :“ Aku sedihh sangat…” ALLAH menjawab: ( لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا ۖ ) “ Jgnlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita ” (At Taubah : 40) 

Jgn byk mengeluh . Banyakkan bersabar dan teruskan kehidupan ini , dgn taqwa… Moga-moga Kita Menjadi Insan Yang Bertakwa ^^ Mohon sahabat-sahabat semua share untuk manfaat kita bersama.. 
Terdapat dua jenis manusia 
1. Bila dia baca dan lihat ilmu ini dia abaikan.. 
2. Bila dia baca sesuatu yg bermanfaat dia sebarkan..wallahualam ❤️❤️❤️

Kredit/Sumber: Facebook

Minggu, 11 Oktober 2020

Bacaan Doa Membuka Toko Agar Laris dan Untung Beserta Amalannya

Bacaan Doa Membuka Toko Agar Laris dan Untung Beserta Amalannya

Doa membuka toko agar laris – Sebagai manusia, kita haruslah bekerja dan mencari nafkah untuk bisa…

Baca Selengkapnya di http://www.fiqihmuslim.com

Minggu, 04 Oktober 2020

7+ Niat Menikah yang Benar dan Dianjurkan dalam Islam

7+ Niat Menikah yang Benar dan Dianjurkan dalam Islam

Niat menikah dalam Islam – Pada proses pernikahan, selain hal-hal dasar seperti rukun, syarat dan…

Baca Selengkapnya di http://www.fiqihmuslim.com

Selasa, 29 September 2020

Bacaan Surat Al-Ahzab | Arab Latin dan Terjemahannya [Lengkap]

Bacaan Surat Al-Ahzab | Arab Latin dan Terjemahannya [Lengkap]

Teks Bacaan Surat Al-Ahzab – Surat Al Ahzab merupakan salah satu nama surat dalam kita suci…

Baca Selengkapnya di http://www.fiqihmuslim.com

Sabtu, 26 September 2020

Bacaan Sholawat Nur Al Imam Al Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi

Bacaan Sholawat Nur Al Imam Al Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi

Sholawat Nur Habib Ali Al Habsyi – Sebagai seorang muslim, kita sangat dianjurkan untuk sebanyak…

Baca Selengkapnya di http://www.fiqihmuslim.com

Jumat, 18 September 2020

Doa Agar Cepat Punya Rumah Sendiri Beserta Amalannya

Doa Agar Cepat Punya Rumah Sendiri Beserta Amalannya

Doa agar cepat punya rumah sendiri – Rumah adalah kebutuhan pokok yang sangat penting bagi manusia….

Baca Selengkapnya di http://www.fiqihmuslim.com

Senin, 14 September 2020

Bacaan Surat As-Sajdah | Arab Latin dan Terjemahannya [Lengkap]

Bacaan Surat As-Sajdah | Arab Latin dan Terjemahannya [Lengkap]

Teks bacaan surat As-Sajdah – Surat As Sajdah merupakan salah satu nama surah yang ada dalam kitab…

Baca Selengkapnya di http://www.fiqihmuslim.com

Kamis, 10 September 2020

Doa Takziah atau Melayat Orang Meninggal | Arab Latin dan Artinya

Doa Takziah atau Melayat Orang Meninggal | Arab Latin dan Artinya

Doa takziah – Takziah adalah kegiatan menengok atau menjenguk orang yang telah meninggal sekaligus…

Baca Selengkapnya di http://www.fiqihmuslim.com

Sabtu, 05 September 2020

30+ Hadits Tentang Pernikahan dalam Islam | Bahasa Arab dan Artinya

30+ Hadits Tentang Pernikahan dalam Islam | Bahasa Arab dan Artinya

Hadits tentang pernikahan dalam Islam – Menikah adalah salah satu hal yang tidak hanya menjadi…

Baca Selengkapnya di http://www.fiqihmuslim.com

Rabu, 02 September 2020

Teks Lirik Ya Ala Baitin Nabi | Arab Latin dan Artinya [Lengkap]

Teks Lirik Ya Ala Baitin Nabi | Arab Latin dan Artinya [Lengkap]

Lirik Ya Ala Baitin Nabi – Sholawat yang akan dibahas kali ini adalah shalawat atau qasidah yang…

Baca Selengkapnya di http://www.fiqihmuslim.com

Sabtu, 29 Agustus 2020

Bacaan Surat Luqman | Arab Latin dan Terjemahannya [Lengkap]

Bacaan Surat Luqman | Arab Latin dan Terjemahannya [Lengkap]

Bacaan surat Luqman – Surat Luqman merupakan surah urutan ke-31 dalam kitab suci Al-Qur’an. Jumlah…

Baca Selengkapnya di http://www.fiqihmuslim.com

Selasa, 25 Agustus 2020

Doa Agar Percaya Diri | Arab Latin dan Terjemahannya [Lengkap]

Doa Agar Percaya Diri | Arab Latin dan Terjemahannya [Lengkap]

Doa agar percaya diri – Dalam kehidupan ini, terkadang kita mengalami sebuah masalah yang tidak…

Baca Selengkapnya di http://www.fiqihmuslim.com

Kamis, 21 Mei 2020

Adakah Malam Lailatul Qadar Jatuh Pada 27 Ramadan 1441 Hijri?

Adakah Malam Lailatul Qadar Jatuh Pada 27 Ramadan 1441 Hijri?

Gambar: Bukti Lailatul Qadar 27 Ramadhan

Adakah Malam Lailatul Qadar Jatuh Pada 27 Ramadan 1441 Hijri?

Gambar di atas menjadi viral dikongsi oleh netizen di media sosial. Adakah malam Lailatul Qadar terjadi pada malam 27 Ramadhan 1441 Hijri bersamaan dengan hari Rabu 20 Mei 2020?

Berdasarkan gambar di atas, kita boleh lihat terdapat perbezaan yang ketara pada pagi 27 Ramadan di mana keadaan semasa matahari terbit pada awal pagi berbeza dengan hari- hari yang lain. Suasana pada pagi tersebut juga kelihatan nyaman dan redup. Keadaan pada hari tersebut juga berbeza pada hari-hari sebelumnya.

Semoga ibadah kita pada malam tersebut diterima oleh Allah SWT dan semoga kita di anugerahkan malam Lailatul Qadar yang lebih baik daripada seribu bulan.

Wallahualam.

Minggu, 17 Mei 2020

Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar

Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar


Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar

Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud: “Carilah Lailatulqadar pada sepuluh akhir bulan Ramadan dalam malam ganjil.”

Diriwayatkan daripada Sayidatina Aisyah R.Anha bahawa Rasulullah SAW apabila tiba 10 hari terakhir bulan Ramadan, Baginda menghidupkan malam tersebut dengan membangunkan isi rumah dan menjauhi daripada isteri-isterinya.
Imam Ahmad dan Muslim meriwayatkan yang bermaksud: “Rasulullah SAW berusaha sedaya upaya dalam malam-malam sepuluh akhir Ramadan malebihi usahanya daripada malam-malam lain.”
Bulan Ramadhan, Al-Quran dan malam Lailatulqadar mempunyai hubungan rapat antara satu sama lain sebagaimana yang diterangkan di dalam kitab Allah dan Hadis Rasulullah S.A.W di antaranya firman Allah SWT
“Sesungguhnya kami telah menurunkannya (al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.” (Surah al-Qadr: 1-3)
Ayat di atas iaitu ayat satu hingga tiga dalam Surah al-Qadr, ALLAH menyebut Lailatulqadar sebagai malam yang lebih baik daripada 1,000 bulan iaitu bersamaan lebih kurang 83 tahun
Ianya membawa maksud, sesiapa sahaja yang beribadah pada malam tersebut, mereka akan memiliki pahala beribadah selama 1,000 bulan atau 83 tahun. Malahan ianya lebih baik lagi daripada 1,000 bulan. Bagaimanapun, Rasulullah SAW memberi beberapa isyarat yang menyatakan bahawa malam Lailatulqadar berlaku pada 10 akhir Ramadan :-

Berikut merupakan Tanda-tanda Malam Lailatul Qadar

1. Berlaku Pada Malam Ganjil 
Sabda Rasulullah SAW: “Carilah malam al-Qadar pada sepuluh malam terakhir pada malam yang ganjil.” (Riwayat Ahmad)
2. Malam itu bulan terbit seperti potongan bekas simpanan air, suasana sangat tenang, nyaman dan tenteram, tidak panas dan tidak sejuk.
3. Matahari Bersinar Lembut 

Pada keesokan harinya selepas berlaku Lailatulqadar, disebutkan bahawa matahari terbit dengan sinaran yang tidak terlalu silau atau terlalu panas terik.
Ia sebagaimana disebutkan dalam hadis baginda SAW: “(Malam) Lailatulqadar adalah malam yang indah, cerah, tidak panas dan tidak juga dingin. Keesokan harinya cahaya sinar mataharinya seakan kemerah-merahan.” (Riwayat Ibnu Khuzaimah dan al-Bazzar)
4. Orang yang terbiasa menghidupkan malam-malam ramadhan pada saat turunnya malam Lailatulqadar mereka berasa ringan, nyaman dan mudah untuk beribadah.
5. Suasana Malam yang Tenang
Saat tiba malam lailatul Qadar, suasana terasa sangat tenang. Tidak ada kebisingan. Semuanya terasa amat tentram dan nyaman. Inilah malam yang terasa sangat khidmat untuk beribadah kepada Allah SWT.
6. Suasana Malam Cerah
Malam saat Lailatul Qadar langit tampak cerah. Langit tampak terang dan terlihat indah. Hal ini sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW: “Malam itu adalah malam yang cerah iaitu malam ke dua puluh tujuh (dari bulan Ramadlan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa sinar yang menyorot.” (HR. Muslim no. 762)
7. Tidak Hujan
Pada malam Lailatul Qadar, tidak terjadi hujan. Saat itu malam terasa begitu syahdu dengan suasana langit yang cerah.
8. Hati merasa lebih tenang di antara malam-malam lainnya.
9. Angin bertiup tenang dan tidak terlalu kencang.
Pada malam Lailatul Qadar, angin pun berhembus lembut. Ini membuat suasana terasa sangat nyaman. Tidak panas dan juga tidak dingin.
10. Malam itu dipenuhi dengan taburan cahaya.
11. Anjing tidak menyalak.
12. Air laut pada saat turunnya malam Lailatul Qadar menjadi tawar dan tidak masin sebagaimana asalnya.
13. Pepohonan terlihat tawaduk seakan menundukkan ranting serta daunnya.
Namun begitu, diingatkan sekali lagi bahawa kesemua tanda-tanda ini juga hanya dirasai oleh hamba-hamba Allah yang terpilih dan dengan izinNya.
Wallahualam.
Kredit/Sumber: ezdiet.com

Rabu, 13 Mei 2020

Perihal Malam Lailatul Qadar

Perihal Malam Lailatul Qadar

Perihal Malam Lailatul Qadar

Sepuluh malam terakhir Ramadhan merupakan di antara malam-malam yang penuh dengan keberkatan dan kelebihan tertentu. Terdapat satu malam, dalam 10 malam terakhir di bulan Ramadhan yang diyakini paling istimewa iaitu Malam Lailatul Qadar. Rata-rata umat Islam pastinya akan berkejar-kejar dan meningkatkan amalan ibadah bagi bertemu malam yang penuh keberkatan, iaitu malam Lailatul Qadar.

Apakah yang dimaksudkan dengan malam Lailatul Qadar? Lailatuq Qadar merupakan merupakan satu malam yang sangat istimewa di bulan Ramadan.

Surah al-Qadr ayat 1 – 3 menyebut: “Sesungguhnya kami telah menurunkannya (al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.”

Daripada Aishah RA, bahawa Rasulullah SAW beriktikaf di masjid dalam sepuluh hari yang terakhir daripada bulan Ramadhan kemudian Baginda bersabda : Carilah Lailatul Qadar dalam sepuluh malam yang terakhir daripada bulan Ramadhan. (Hadith Riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Antara kelebihan malam ini ialah:


1. Dikatakan lebih baik daripada seribu bulan.

Imam al-Qurtubi berkata: Malam Qadar mempunyai kelebihan kerana banyaknya keistimewaan dan malam tersebut dibahagikan kebaikan yang banyak yang tidak terdapat seumpamanya pada seribu bulan. Ramai ulama dan ahli tafsir berpendapat amalan dilakukan pada malam Qadar lebih baik daripada seribu bulan yang tiada padanya malam Qadar. Hal ini, disokong oleh Abu al-‘Aliyah.

2. Malaikat dan Jibril turun pada malam tersebut.

Imam Qurtubi berkata: Mereka turun daripada setiap langit dan juga Sidratul Muntaha ke langit dunia untuk mengaminkan doa orang yang memohon pada malam tersebut hingga waktu fajar.

3. Turunnya malaikat dan Jibril membawa rahmat dengan perintah Tuhan.

4. Mendapat keselamatan dan kebaikan semuanya tanpa sebarang kejahatan hingga keluarnya fajar.

Al-Dahhaq berkata: Allah tidak takdirkan pada malam tersebut kecuali keselamatan. Sedangkan Mujahid berpendapat: Ia merupakan malam selamat di mana syaitan tidak mampu untuk melakukan sebarang kejahatan pada malam tersebut.”Lihat Tafsir al-Qurtubi 20/133.

Bilakah Berlakunya Lailatul Qadar?


Lailatul qadar berlaku pada 10 akhir daripada malam ganjil di bulan Ramadan. Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud:

Carilah Lailatulqadar pada sepuluh akhir bulan Ramadan dalam malam ganjil.” Diriwayatkan daripada Sayidatina Aisyah R.Anha bahawa Rasulullah SAW apabila tiba 10 hari terakhir bulan Ramadan, Baginda menghidupkan malam tersebut dengan membangunkan isi rumah dan menjauhi daripada isteri-isterinya.

Imam Ahmad dan Muslim meriwayatkan yang bermaksud: “Rasulullah SAW berusaha sedaya upaya dalam malam-malam sepuluh akhir Ramadan malebihi usahanya daripada malam-malam lain.”

Terdapat banyak pendapat tentang bila berlakunya lailatul qadar, antaranya adalah:

1. Berlaku Pada 27 Ramadan

Pendapat yang terkuat mengikut para ulama bahawa Lailatulqadar berlaku pada malam 27 Ramadan. Hujah mereka amat banyak, antaranya:

Mengikut Abu Ka’ab katanya: “Demi Allah sesungguhnya Ibn Mas’ud telah meyakinkan bahawa malam Lailatulqadar jatuh dalam bulan Ramadan, manakala Lailatulqadar pula jatuh pada malam ke-27. Akan tetapi, dia enggan memberitahu kepada kami (malam yang tepat) kerana bimbangkan kamu tidak lagi berusaha mencarinya.”

Daripada riwayat Muawiyah yang bermaksud: “Bahawa Nabi SAW telah bersabda bahawa Lailatulqadar berlaku pada malam ke-27.” Riwayat ini disokong oleh pendapat Ibn Abbas yang mengatakan bahawa surah al-Qadr mempunyai 30 perkataan. Perkataan yang ke-27 bagi surah itu terjatuh kepada dhamir (hia) yang kembalinya kepada Lailatulqadar.

Imam Ahmad telah meriwayatkan sebuah hadis daripada Ibn Umar R.Anhuma yang bermaksud: “Sesiapa yang mencari Lailatulqadar, dia hendaklah mencarinya pada malam yang ke-27, carilah kamu Lailatulqadar pada malam yang ke-27.”

2. Berlaku Pada 23 Ramadan

Inilah pendapat Imam Syafie. Inilah juga pendapat Malik, Ibn Khuzaimah, Abu Awanah dan al-Tahawi. Ia berdasarkan hadis riwayat Abdullah bin Unais bahawa Rasulullah SAW bersabda: “Carilah malam Qadar pada malam 23 Ramadan.”

3. Berlaku Pada 21 Ramadan

Inilah juga pendapat yang dipilih oleh Imam Shafie. Dia berdalilkan pada riwayat Abu Daud dan al-Baihaqi daripada Ibn Mas’ud bahawa Rasulullah SAW bersabda: Tuntutlah malam 17,21 dan 23 Ramadan.”

4. Berlaku Pada 24 Ramadan

Ini berdasarkan hadis Ibn Abbas bahawa Baginda SAW bersabda: Carilah malam Lailatulqadar pada malam 24 Ramadan.”— Riwayat Muhammad bin Nasr Ahmad daripada Bilal dan al-Tayalisi.

5. Berlaku Pada Malam Terakhir Ramadan

Hal ini berdasarkan hadis Muawiyah RA bahawa Nabi SAW bersabda: Carilah malam Qadar pada akhir malam Ramadan.”— Riwayat Ibn Nasr

Tanda-Tanda Lailatul Qadar


Apakah alamat atau tanda-tanda berlakunya lailatul qadar?

Sebahagian para ulama telah menyebut dalam kitab masing-masing berkenaan dengan sebahagian tanda dan alamat yang mungkin dapat dilihat oleh “sebahagian” hamba Allah yang diizinkanNya. Ini kerana, banyak hadis dan pengkhabaran orang soleh serta riwayat mereka yang telah membincangkan alamat tersebut, antaranya:

1. Malam tersebut terang dan nyaman dan tidak panas pada paginya

Ubadah bin al-Somit R.A berkata secara marfu’: Sesungguhnya malam tersebut bersih terang, seolah-olah bulan yang menerangi tenang, nyaman tidak terlalu sejuk pada malam tersebut dan tidak terlalu panas dan tiadalah tempat bagi bintang untuk dilihat dengannya hingga ke waktu pagi. Dan daripada tandanya bahawa matahari pada waktu paginya keluar dalam keadaan tidak bercahaya dengan kepanasan seperti bulan penuh purnama dan syaitan tidak ada tempat untuk keluar bersamanya pada hari tersebut.Lihat Umdah al-Qari 11/134.

2. Matahari terbit tidak terang dan tidak panas

Daripada Ubay bin Kaab R.A menyatakan daripada Nabi SAW, sabdanya yang bermaksud: “Sesungguhnya matahari terbit pada hari tersebut tidak mempunyai cahaya dan kepanasan.”

Mengikut riwayat daripada ucapan Ibn Mas’ud berkata: “Sesungguhnya matahari keluar setiap hari antara dua tanduk syaitan, kecuali pagi malam qadar.” — Lihat Umdah al-Qari 11/134.

Doa Lailatul Qadar


Doa malam lailatul qadar yang dianjurkan untuk dibaca ketika malam al-Qadr.
Maksudnya: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau Zat Yang Maha Pemaaf dan Pemurah maka maafkanlah diriku”


Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, beliau bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
Wahai Rasulullah, jika aku menjumpai satu malam merupakan lailatul qadar, apa yang harus aku ucapkan di malam itu? Baginda menjawab, Ucapkanlah: Allahumma Innaka ‘Afuwwun Tuhibbul ‘Afwa Fa’fu ‘Annii…(HR. Ahmad 25384, At-Tirmizi 3513, Ibn Majah 3850, An-Nasai dalam Amal Al-yaum wa lailah, dan Al-Baihaqi dalam Syua’bul Iman 3426).

Amalan Malam Lailatul Qadar

Kita semua maklum bahawa ini kemuliaan dan agungnya malam Lailatul qadar sehingga melebihi daripada 1000 bulan. Setiap amalan yang kita lakukan akan diberi pahala 1000 kali ganda. Justeru, hendaklah kita lakukan amalan ibadat dengan bersungguh-sungguh tanpa sebarang pengabaian. Isikanlah dengan qiamullail, bacaan al-Quran, zikrullah, munajat dan doa. Terutamanya doa keampunan dan kerahmatan daripada-Nya.
Antara amalan yang dilakukan oleh Nabi SAW pada malam-malam tersebut adalah:
1. Melakukan Solat Malam (Qiamullail)
Rasulullah SAW menganjurkan umatnya agar mencari dan menghidupkan 10 malam terakhir Ramadhan.
Daripada ‘Aisyah R.Anha, katanya: Adalah Rasulullah SAW apabila masuk pada sepuluh akhir (Ramadan), Baginda SAW akan menghidupkan malamnya (dengan ibadah), mengejutkan ahli keluarganya, dan memperketatkan kain sarungnya (bersungguh-sungguh dalam beribadah dan melakukan kebaikan)”— Riwayat Muslim: 2015
Oleh itu hidupkan 10 malam terakhir Ramadan dengan ibadah Qiamullail. Qiamullail meninggalkan tempat tidur semata-mata untuk mengerjakan solat, bertakbir membesarkan Allah SWT, bertasbih mensucikanNya dan berdoa pada waktu malam.
Antara solat yang terlibat dalam qiamullail adalah:
  • Solat Tahajjud

  • Solat Taubat

  • Solat Hajat

  • Solat Tasbih

  • Solat Witir

2. Berdoa Memohon Keampunan Dan Dihapuskan Dosa Yang Lalu
Lailatul Qadar termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa oleh kerana itu setiap Muslim boleh membaca doa apapun untuk kebaikan dunia dan akhiratnya.
Abu Hurairah meriwayatkan bahawa Rasulullah (Nabi Muhammad) bersabda: Sesiapa yang melakukan qiamullail pada Ramadhan kerana keimanan dan mengharapkan pahala akan diampunkan dosa-dosanya yang lalu.” — Hadis riwayat Bukhari dan Muslim
Dalam sebuah hadith marfu’, daripada Ibn Abbas, sesungguhnya pada malam al-Qadr, Allah SWT melihat kepada para hamba-hambanya yang mukmin daripada umat Nabi Muhammad SAW, lalu Allah memaafkan mereka dan merahmati mereka kecuali empat golongan iaitu penagih arak, penderhaka kepada ibu bapa, kaki pukul dan pemutus silaturrahim.
Oleh itu janganlah kita melepaskan peluang ini. Selain daripada doa yang diajarkan Nabi kepada ‘Aisyah di atas, kita juga boleh membaca doa yang dibacakan Nabi untuk memohon ampun adalah:
Allahumma ‘auuzu biridhoka min sakhothika wa bimu ‘afatika min ‘uqubatik 
Maksudnya: Ya Allah, aku memohon perlindungan dengan redhaMu daripada kemarahanMu dan aku berlindung dengan kemaafanMu daripada kemurkaanMu.”— Riwayat Muslim (no. 486) 
3. Melakukan Iktikaf
Itikaf ini dikenali juga sebagai ‘Iktikaf Asyrul-Awahir’. Iktikaf menjadi sunnah muakkad jika dilakukan di bulan Ramadhan terutama pada 10 terakhir Ramadhan. Pada hari-hari tersebut Rasululllah SAW mengajak isteri dan keluarga serta para sahabat Baginda menghidupkan malam dan mengisinya dengan pelbagai kegiatan ibadah yang menunjukkan ‘taqarrub‘ (mendekatkan diri) kepada Allah SWT.
Daripada Abi Hurairah r.a telah berkata: Bahawa Nabi SAW beriktikaf pada setiap kali Ramadhan pada 10 hari, tetapi beriktikaf 20 hari pada tahun kewafatan Baginda SAW.” — Riwayat al-Bukhari, Abu Daud dan Ibn. Majah
4. Sekurang-Kurangnya Melakukan Solat Fardu Secara Berjemaah
Imam Ibn Rajab al-Hanbali Rahimahullah menyatakan. Sebahagian ulama mazhab Syafie menakalkan riwayat daripada Ibn ‘Abbas R.Anhuma bahawa:
Menghidupkan malam Lailatul Qadar akan terhasil apabila seseorang mendirikan solat ‘Isya’ secara berjemaah dan berazam untuk melakukan solat Subuh secara berjemaah jua. Imam Malik merekodkan dalam al-Muwatta’ bahawa Imam Ibn al-Musayyib berkata: Sesiapa yang bertemu dengan Lailatul Qadar bermaksud (yang mendirikan solat) dalam berjemaah (pada malam tersebut), maka dia akan memperolehi kebaikan malam itu. Begitu jualah yang dikatakan oleh Imam asy-Syafie rahimahullah dalam pendapat lamanya: Sesiapa yang mendirikan solat Isya’ dan Subuh pada malam Lailatul Qadar, maka dia akan memperoleh kebaikannya.” — Lihat Lathaif al-Maarif (hal. 159).

Amalan Lailatul Qadar Untuk Wanita Haid

Wanita haid hanya tidak dibenarkan solat, membaca dan menyentuh al-Quran serta berpuasa. Ini bemakna, amalan lain adalah dibolehkan. Berkenaan dengan amalan yang boleh dilakukan oleh wanita haid di dalam bulan Ramadhan, mantan mufti wilayah, Dato’ Zulkifli Mohamad Al-Bakri menyatakan cadangan amalan seperti berikut:
1. Perbanyakkan Doa, Selawat dan Zikir
Bagi orang perempuan yang haid, mereka digalakkan untuk membaca doa-doa, selawat dan juga zikir-zikir semasa berada di dalam bulan Ramadhan. Antaranya adalah seperti yang dianjurkan dalam sebuah riwayat daripada A’isyah R.Anha beliau berkata maksudnya:
Wahai Rasulullah, apakah pandangan kamu sekiranya aku bertemu dengan lailatul qadar apakah yang patut aku berdoa ?
Maka kata Nabi S.A.W: ‘Ucapkanlah: Ya Allah, sesungguhnya Kau maha Pengampun, dan Kau sukakan pengampunan, maka ampunkanlah aku’’.
2. Memberi Makan Kepada Orang Berbuka
Boleh juga bagi orang yang dalam keadaan haid untuk memberikan makanan kepada mereka yang berbuka puasa. Hal ini antara perkara yang mendatangkan pahala yang besar kepada pelakunya. Ini berdasarkan sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Zaid bin Khalid al-Juhani R.A bahawa Rasulullah S.A.W bersabda maksudnya:
Sesiapa yang memberi makan kepada orang yang berpuasa dia akan mendapat pahala yang sama dengan orang yang berpuasa dalam keadaan pahala orang tersebut tidak berkurangan sedikit pun.— Riwayat Al-Tirmizi (807)
3. Banyakkan Sedekah
Seperti yang diketahui, amalan sedekah di dalam bulan Ramadhan mempunyai ganjaran yang amat besar di sisi Allah S.W.T. Dalam isu sedekah, tidak disyaratkan bagi seseorang itu akan suci dari sebarang hadas. Justeru, seseorang wanita meskipun berada dalam keadaan haid masih boleh mendapat ganjaran pahala bersedekah ini di dalam bulan Ramadhan dengan kadar yang termampu. Oleh itu marilah kita berusaha pada 10 malam yang terakhir ini untuk beribadah dengan bersungguh-sungguh.
Wallahualam.
Kredit/Sumber: says.com, akuislam.com

Kamis, 07 Mei 2020

Kisah Urwah Bin Zubair Melawan Sakit dengan Zikir, Hasilnya...(Bagian 2
Habis)

Kisah Urwah Bin Zubair Melawan Sakit dengan Zikir, Hasilnya...(Bagian 2 Habis)

Ketika dokter bedah datang membawa segala peralatan untuk mengamputasi kakinya, dokter tersebut berkata pada urwah, “Menurutku engkau harus meminum sesuatu yang memabukkan supaya tidak merasa sakit ketika kaki dipotong.”
Urwah menolak, “Tidak, itu tidak mungkin. Aku tidak akan menggunakan sesuatu yang haram terhadap kesembuhan yang aku harapkan”. Dokter itu berkata lagi, “Kalau begitu, aku akan membiusmu.”
Urwah berkata “Aku tidak ingin kalau ada satu dari anggota tubuhku yang diambil, sedangkan aku tidak merasakan sakitnya. Aku hanya mengharap pahala di sisi Allah atas hal ini.”
Ketika proses pembedahan hendak dimulai, datanglah beberapa orang kepada Urwah. Urwah berkata “Untuk apa mereka datang?”.
Ada yang menjawab “Mereka didatangkan untuk memegangmu, barangkali engkau merasakan sakit yang amat sangat, lalu menarik kaki dan akhirnya akan membahayakan dirimu sendiri.”
Urwah menimpali, “Suruh mereka kembali, aku tidak membutuhkan mereka dan merasa cukup dengan zikir dan tasbih yang aku ucapkan.”
Kemudian dokter mendekatinya dan mulai mengamputasi dagingnya dengan alat bedah, lalu sampai ke tulang. Dokter menggunakan gergaji untuk mengamputasinya, sementara Urwah berkata, “La ilaha Illallah, wallahu Akbar”.
Dokter terus mengamputasinya, dan Urwah, bibirnya terus mengucapkan tahlil dan takbir hingga kaki Urwah terpotong, kemudian dipanaskan minyak dalam bejana besi. Kemudian kakinya dicelupkan ke dalamnya untuk menghentikan pendarahan dan menutup luka.
Ketika itulah, Urwah pingsan sekian lama dan menghalanginya untuk membaca Alquran pada hari itu. Ketika sadar, Urwah meminta potongan kakinya lalu mengelus dan menimangnya seraya berkata:
“Sungguh, demi zat yang mendorongku untuk mengajakmu berjalan di tengah malam menuju masjid, Dia Maha mengetahui bahwa aku tidak pernah sekali pun membuatmu berjalan kepada hal yang haram.”
Demikian dikutip dari laman Tebuireng sebagaimana dipaparkan mahasiswa Universitas Hasyim Asy’ari Jombang, Zulfikri, yang disarikan dari buku 101 Kisah Tabi’in (2006:681).
Sekaratnya Iblis Disaksikan Nabi Adam dan Hawa

Sekaratnya Iblis Disaksikan Nabi Adam dan Hawa

Kala kiamat tiba, iblis dan bala tentaranya akan menghadapi sakaratul maut dengan penuh siksaan.

Pada saat itu, tak ada satu tempat pun bagi Iblis untuk bersembunyi dan Si Iblis akan menjerit dengan sekeras-keranya karena kesakitan dari mendapat siksaan dari Malaikat Maut. Dan tak hanya itu, Bapak Adam dan Ibu Hawa ternyata juga dihadirkan di hadapan Sekaratnya Iblis.

Bagaimana kisahnya…
Berikut Kisahnya

Pada Kitab karya agung dari Imam Abdirrahim bin Ahmad Al-Qadhiy, ketika hari kiamat tiba, semua makhluk yang hidup akan mengalami mati, tak terkecuali Iblis Laknatullah dan bala tentaranya.

Saat itulah Iblis mengalami saat-saat yang begitu menyakitkan kala Malaikat Maut mendatanginya dan mancabut nyawanya dengan sangat kasar sekali.

Di hari kiamat kelak, Malaikat Maut akan membentak kepada Iblis,

“Berhentilah kamu Iblis Laknatullah. Rasakanlah kepedihan kematian sebagaimana yang dirasakan oleh orang-orang yang engkau sesatkan dalam beberapa abad selama engkau hidup dan inilah hari yang ditentukan oleh Allah SWT terhadap kamu, maka kemanakah kamu hendak lari?”

Rasa Takut Iblis

Ia mencoba berlari menghindari Malaikat Maut itu, akan tetapi kemanapun Iblis menghindar, Mlaikat Maut selalu saja menemukannya. Lebih ringan Cahaya daripada Api (antara bahan pembuatan malaikat dan iblis), sehingga malaikat selalu lebih cepat daripada kecepatan iblis.

Tak ada satu tempat pun untuk bersembunyi pada saat hari kiamat. Kemudian iblis mencoba berlari menuju makam Nabi Adam as dan berkata,

“Karena kamulah aku mendapat laknat.”

Dalam sekejap, Malaikat Maut telah sampai terlebih dulu di hadapan iblis. Kemudian Iblis bertanya,

“Minuman dan siksaan apakah yang akan ditimpakan terhadapku?”
“Kamu akan diberi minum dari Neraka Ladha, siksa yang kamu terima seupa dengan siksa ahli neraka tapi berlipat ganda.”

Jetit Tangis Iblis

Mendengar hal itu, Iblis pun jatuh berguling-guling di atas tanah sambil menjerit sekuat-kuatnya. Kemudian ia berlari dari arah barat ke timur dan akhirnya sampai ke sebuah tempat dimana dia pertama kali diturunkan. Di tempat itu, iblis sudah dihadang oleh Malaikat Zabaniah dengan rantai di tangannya.

Tatkala bumi bagaikan bola api karena dikerumuni oleh Malaikat Zabaniah yang menikam dengan bebatuan dari neraka sehingga iblis meraakan siksa sakaratul maut yang amat sangat pedih.

Disaksikan Nabi Adam dan Hawa

Pada saat itu dipanggillah Nabi Adam as dan istrinya Siti Hawa agar melihat iblis yang sekarat.
Nabi Adam as berdoa,

“Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah menyempurnakan Nikmat-Mu kepada kami.”

itulah sedikit kisah yang membuat Iblis merasakan putus asa yang mendalam.

Selasa, 05 Mei 2020

Kisah Urwah Bin Zubair Melawan Sakit dengan Zikir, Hasilnya...(Bagian 1)

Kisah Urwah Bin Zubair Melawan Sakit dengan Zikir, Hasilnya...(Bagian 1)

KETAKWAAN terhadap Allah bisa mengalahkan rasa sakit yang luar biasa sekalipun. Hal ini ditunjukkan oleh Urwah Bin Zubair ketika kakinya hendak diamputasi.

Urwah Bin Zubair sendiri merupakan anak dari sahabat Rasulullah, Zubair bin Awwam, sedangkan ibunya Asma binti Abu Bakar as-Shidiq, dijuluki dzatun nithaqain (pemilik dua ikat pinggang).

Dikutip dari laman Tebuireng yang mengutip dari buku 101 Kisah Tabi’in (2006:681), Urwah yang lahir di Madinah pada 644 M adalah salah satu generasi tabi’in yang merupakan tokoh ilmu Fikih di kota Madinah. Beliau mengkhatamkan seperempat Alquran setiap siang dengan membuka mushaf, lalu ketika shalat malam membaca ayat-ayat Alquran dengan hafalan.

Rutinitas itu tak pernah ia tinggalkan sejak masih remaja hingga wafat, melainkan ada satu peristiwa yang terjadi padanya sehingga ia harus melewatkan rutinitas tersebut.

Suatu ketika di zaman khalifah Al-Walid bin Abdul Malik, khalifah ke-6 Bani Umayyah, Allah menguji Urwah dengan cobaan yang tak seorang pun mampu melewatinya, kecuali hatinya telah penuh keimanan dan keyakinan.

Khalifah Al-Walid bin Abdul Malik mengundang Urwah ke Damaskus untuk menemuinya. Urwah memenuhi undangan tersebut dan mengajak putra tertuanya.

Khalifah pun menyambut Urwah bin Zubair dengan hangat. Namun saat di sana, Allah berkhendak lain. Ketika putra Urwah memasuki kendang kuda Walid untuk bermain dengan kuda-kuda yang ada di sana, salah satu kuda menendang putra Urwah hingga meninggal seketika.

Belum berakhir kesedihan Urwah bin Zubair atas kepergian anaknya, salah satu kakinya terkena penyakit ganas seperti tumor yang dapat menjalar ke seluruh tubuhnya.

Karena hal itu, Khalifah memanggil para dokter yang terbaik untuk menyembuhkan penyakit yang dialami oleh Urwah, tetapi para dokter sepakat bahwa tidak ada cara lain untuk menyembuhkannya selain dengan mengamputasi kaki Urwah, sebelum penyakit itu menjalar ke seluruh tubuh. Saat itu tidak ada lagi alasan untuk menolaknya… (Bersambung)

Sumber: OkeZone

Senin, 04 Mei 2020

15 Kebaikan Membaca Al-Quran

15 Kebaikan Membaca Al-Quran


15 Kebaikan Membaca Al-Quran 

Terdapat 15 kebaikan-kebaikan al-Quran di dalam hadis-hadis sahih :

Pertama : 

Al-Quran akan menjadi syafaat dihari akhirat.
Daripada Abu Umamah r.a berkata : Aku mendengar Rasulullah S.A.W. bersabda:
“Bacalah al-Quran sesungguhnya ia akan datang di hari kiamat sebagai syafaat kepada pembacanya”. (Hadis Riwayat Muslim)

Kedua : 

Al-Quran sebagai pembela (mempertahankan) orang yang membacanya dihari akhirat.
Daripada Nawwas Bin Sam’an r.a. telah berkata : Aku mendengar Rasulullah S.A.W. bersabda : “Di hari akhirat kelak akan didatangkan al-Quran dan orang yang membaca dan mengamalkan isi kandungannya, didahului dengan Surah Al Baqarah dan Surah Ali-Imraan, kedua-dua surah ini menghujah ( mempertahankan ) orang yang membaca dan mengamalkannya”. (Hadis Riwayat Muslim)

Ketiga : 

Sebaik-baik amalan adalah orang yang belajar dan mengajarkan al-Quran.
Daripada Osman Bin ‘Affan r.a. telah berkata: Rasulullah S.A.W. bersabda : “Sebaik manusia di antara kamu orang yang mempelajari al-Quran dan mengajarnya kepada orang lain”. (Hadis Riwayat Bukhari)

Keempat : 

Membaca al-Quran dan susah menyebutnya mendapat dua pahala.
Daripada Aisyah r.a. telah berkata: Bersabda Rasulullah S.A.W. : “Orang yang membaca al-Quran dan susah untuk menyebut ayatnya ia mendapat dua pahala”.
(Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)

Kelima : 

Mukmin yang membaca al-Quran umpama buah yang harum dan sedap rasanya.
Daripada Abu Musa Al Asy’ari r.a. telah berkata : Rasulullah S.A.W. bersabda : “Umpama orang mukmin yang membaca al-Quran seperti buah Utrujjah ( seperti limau besar ) baunya wangi dan rasanya sedap. Umpama orang mukmin yang tidak membaca al-Quran seperti buah tamar tidak ada bau dan rasanya manis, dan umpama orang munafik yang membaca al- Quran seperti Raihanah (sejenis pokok) baunya wangi dan rasanya pahit dan umpama orang munafik yang tidak membaca al-Quran seperti buah labu yang tiada bau dan rasanya pahit”. (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)

Keenam : 

Allah SWT mengangkat martabat golongan yang membaca al-Quran.
Daripada Omar Bin Al Khattab r.a. Bahawa Nabi Muhammad S.A.W. bersabda: “Sesungguhnya Allah mengangkat martabat beberapa golongan dan merendahkan martabat yang lain dengan sebab al-Quran”.(Hadis Riwayat Muslim)

Ketujuh : 

Kefahaman yang sahih tentang al-Quran akan menjadi contoh ikutan.
Daripada Ibnu Omar r.a. daripada Nabi Muhammad S.A.W. telah bersabda:
“Tidak boleh berhasad dengki kecuali di dalam dua perkara : Lelaki yang dianugerahkan kefahaman yang sahih tentang al-Quran, ia menunaikan ibadat siang dan malam , lelaki yang dianugerahkan kemewahan harta lalu dinafkahkannya siang dan malam”.
(Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)

Kelapan : 

Membaca al-Quran akan mendapat ketenangan (sakinah)
Daripada Barra’ dan daripada ‘Azib r.a. telah berkata : “Seorang lelaki membaca Surah Al Kahfi dan di sisinya seekor kuda yang diikat dengan dua tali, maka awan di langit mula melindunginya dan semakin hampir, dan kudanya mula menjauhinya. Apabila menjelang pagi beliau pergi berjumpa Nabi Muhammad S.A.W. dan menceritakan peristiwa tersebut maka baginda bersabda : Itulah ( sakinah ) ketenangan yang turun disebabkan bacaan al-Quran”. (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)

Kesembilan : 

Sesiapa yang tidak mengingati ayat-ayat al-Quran umpama rumah yang roboh.
Daripada Ibnu ‘Abbas r.a. beliau berkata : Rasulullah S.A.W. bersabda : “Sesungguhnya orang yang tidak ada di dalam ingatannya sesuatu pun daripada ayat al-Quran seperti rumah yang roboh”. (Hadis Riwayat Tarmizi dan beliau berkata: Hadis ini hasan sahih)

Kesepuluh : 

Membaca dan memperelokkan bacaan al-Quran akan mendapat kebaikannya.
Daripada Abdullah Bin ‘Umru Bin Al ‘As r.a. Nabi Muhammad S.A.W. bersabda :
“Satu masa nanti akan dikatakan kepada orang yang membaca al-Quran: Bacalah, perbaikkilah dan perelokkanlah bacaan al-Quran sepertimana engkau memperelokkan urusan di dunia, sesungguhnya tempat engkau akan ditentukan di akhir ayat yang engkau bacakan”. ( Hadis Riwayat Abu Daud dan Tarmizi dan beliau berkata : Hadis ini hasan sahih )

Kesebelas : 

Membaca beberapa ayat al-Quran lebih baik daripada mendapat unta yang gemuk.
Daripada ‘Uqbah Bin ‘Amir r.a. menceritakan : Rasulullah S.A.W keluar dan kami berada di tempat duduk masjid yang beratap. Maka beliau bersabda: “Siapakah di antara kamu yang suka keluar di pagi hari pada setiap hari menuju ke Buthan atau ‘Atiq, dan dia mengambil darinya dua ekor unta yang gemuk dalam keadaan dia tidak melakukan dosa dan tidak putus hubungan silaturrahim”. Kami menjawab : “Kami suka demikian itu. Sabda Rasulullah S.A.W : “Kenapakah kamu tidak pergi ke masjid belajar atau membaca dua ayat Al Quran lebih baik dari dua ekor unta, tiga ayat lebih baik dari tiga ekor, empat ayat lebih baik dari empat ekor unta demikianlah seterusnya mengikut bilangan ayatnya”. (Hadis Riwayat Muslim)

Kedua belas : 

Sesiapa yang lebih fasih memebaca al-Quran lebih layak menjadi imam solat berjemaah.
Daripada Ibnu Mas’ud r.a bahawa Nabi Muhammad S.A.W bersabda : Orang yang paling layak mengimami kaum di dalam sembahyang ialah mereka yang terfasih membaca al-Quran”. (Hadis Riwayat Muslim )

Ketiga belas : 

Nabi SAW mengutamakan sahabat yang paling kuat berpegang teguh kepada al-Quran untuk dikebumikan jenazah mereka.
Daripada Jabir Bin Abdullah r.a. bahawa Nabi Muhammad S.A.W. menghimpun antara dua lelaki yang terbunuh di peperangan Uhud kemudian baginda bersabda : “Yang mana satukah antara keduanya yang paling kuat berpegang teguh dengan al-Quran maka apabila aku tunjukkan kepada salah seorang daripada keduanya maka dialah orang yang pertama masuk ke liang lahad”. (Hadis Riwayat Bukhari, Tarmizi, Nasa’ie dan Ibnu Majah)

Keempat belas : 

Kelebihan berdoa selepas membaca al-Quran.
Daripada ‘Imran Bin Husain Bahawa beliau lalu di hadapan qari yang sedang membaca al-Quran kemudian dia berdoa kepada Allah kemudian ia kembali membaca kemudian ia berkata aku mendengar Rasulullah S.A.W. bersabda : “Barangsiapa yang membaca al-Quran maka berdoalah kepada Allah dengan al-Quran maka sesungguhnya akan datang beberapa kaum yang membaca al-Quran dan mereka berdoa dengannya”.
(Hadis Riwayat Tarmizi, beliau berkata : Hadis ini hasan)

Kelima belas : 

Setiap satu huruf membaca al-Quran akan mendapat sepuluh ganjaran pahala.
Daripada Ibnu Mas’ud r.a. ia berkata : “Barangsiapa yang membaca satu huruf daripada al- Quran maka baginya satu kebaikan, satu kebaikan menyamai dengan sepuluh pahala, aku tidak bermaksud : Alif , Lam , Mim ialah satu huruf, tetapi Alif satu huruf, Lam satu huruf dan Mim satu huruf”.(Hadis Riwayat Ad Darimi Tarmizi, beliau berkata hadis ini hasan sahih)
Sahabat yang dimuliakan,
Marilah kita menjadikan al-Quran sebagai peduman hidup kita , apabila kita sentiasa menjadikannya sebagai panduan dan peraturan hidup kita tidak akan sesat dan sentiasa mendapat pimpinan daripada Allah S.W.T. Al-Quran juga merupakan senjata yang paling berkesan untuk membersihkan jiwa dan menyinarkannya.
Dalam sebuah hadis Rasulullah S.A.W.bersabda : Daripada Ibnu Umar r.a berkata:
“Rasulullah S.A.W. telah bersabda maksudnya : “Hati manusia akan berkarat seperti besi yang dikaratkan oleh air”. Apakah cara untuk menjadikan hati bersinar semula. Kata baginda lagi, ” Dengan banyak mengingati mati dan membaca al-Quran.”
Wallahualam
Kredit/Sumber: Facebook

Minggu, 03 Mei 2020

Kisah Atikah Wanita Agung dalam Sejarah Islam, Siapapun Meninggal
Setelah Menikah Dengannya

Kisah Atikah Wanita Agung dalam Sejarah Islam, Siapapun Meninggal Setelah Menikah Dengannya

DALAM sejarah Islam tercatat Atikah binti Zaid merupakan wanita agung yang ikut berbai’at dan hijrah. Parasnya menawan serta berakhlak mulia, namun siapa yang menyangka setiap yang menikahinya meninggal?

Abdullah ibn Abu Bakar ash-Shiddiq r.a terpesona dengan kecantikan Atikah hingga tak mampu menjauh darinya. Wanita yang memiliki perasaan lembut dan halus tiada tara itu pun dinikahinya.

Abdullah yang sudah resmi jadi suami Atikah begitu melekat ke istrinya sehingga lupa waktu salat, lupa perang, dan lain-lain. Oleh karena itu ayahnya memerintahkan Abdullah agar menceraikan wanita cantik tersebut.

Setelah bercerai, Abdullah sangat merana, merasa kehilangan sehingga ayahnya tak tega dan menyuruh putranya untuk rujuk kembali. Mendengar hal ini pun Abdullah sangat bahagia.

Setelah Abdullah-Atikah rujuk, terjadilah Perang Thaif. Abdullah yang berperang bersama Rasulullah terkena panah hingga ia gugur sebagai syuhada.

Setelah kepergian suaminya, Atikah menikah lagi dengan Umar ibn Khatab. Suatu malam Umar tebunuh dalam kegelapan dengan tusukan sebilah pisau beracun. Tragedi kelabu kembali menyelimuti kehidupan Atikah. Ia pun melantunkan suatu syair.

Wahai mata tumpahkanlah air mata dan ratapan

Jangan tunda, atas sang imam yang mulia

Katakan kepada mereka yang sengsara: ‘Matilah!’

Maut memberinya minum dengan gelas kematian

Tak lama kemudian, datang Zubair ibn Awwam untuk melamarnya dan Atikah pun bangkit dari kesedihan. Mereka menjalin kehidupan yang penuh kebahagiaan, ketaatan, dan ketakwaan. Seiring berjalannya waktu, takdir berkata lain karena sang suami gugur dalam pertempuran Wadi as-Siba yang terletak di antara Makkah dan Basrah.

Sumber: Muslim. Okezone.com

Minggu, 26 April 2020

Roh Yang Kembali Di Bulan Ramadhan

Roh Yang Kembali Di Bulan Ramadhan

♡ ROH YANG KEMBALI DI BULAN RAMADHAN ♡


☝🏼apabila tiba bulan Ramadhan… semua roh berkumpul di *Luh Mahfuz* memohon kepada Allah S.W.T untuk kembali ke bumi…


👉🏼 ada roh yang dibenarkan pulang ke bumi dan ada yang tidak dibenarkan…

👉🏼 roh yang dibenarkan pulang adalah kerana amalan baik mereka semasa hayat mereka ataupun ada penjamin² yang mendoakan mereka…

👉🏼 manakala roh² yang tidak dibenarkan pulang disebabkan kesalahan mereka semasa hayat mereka akan terus di penjara di *Luh Mahfuz*

☝🏼apabila roh dibenarkan pulang…

👉🏼 perkara pertama yang mereka lakukan adalah pergi ke tanah perkuburan untuk melihat jasad mereka…

👉🏼 kemudian mereka akan pergi ke rumah anak² mereka…

👉🏼 orang yang mendapat harta pusaka mereka dan ke rumah orang yang mendoakan mereka dengan harapan orang yang mereka lawati itu memberi hadiah untuk bekalan mereka…

👉🏼 perkara ini akan berlarutan sehinggalah tibanya Hari Raya Aidilfitri…

☝🏼pada saat ini mereka akan mengucapkan selamat tinggal kepada jasad dan pulang semula ke *Luh Mahfuz* dengan bekalan yang diberikan oleh mereka² yang masih hidup…

👉🏼 di sini diberitahu hikmah adanya alam kubur…

👉🏼 alam kubur membuktikan bahawa Allah itu Maha Penyayang…

☝🏼orang yang melakukan kesalahan semasa hayatnya boleh dibantu dengan doa orang² yang masih hidup…

👉🏼 alangkah bahagianya jika seseorang yang telah meninggal dunia masih mendapat bekalan dari orang² yang masih hidup…

☝🏼oleh itu wahai sahabat ku…

👉🏼 jangan biarkan orang² yang kita sayang, yang mengadap Allah terlebih dulu daripada kita sepi tanpa doa dan sedekah daripada kita…

☝🏼sesungguhnya apabila mati seseorang anak adam itu..

☝🏼terputus ia semua hal kecuali 3 perkara iaitu :

👉🏼 doa anak² yang soleh
👉🏼 ilmu yang bermanfaat
👉🏼 sedekah amal jariah

☝🏼sebarkan hal ini kepada seberapa ramai orang terdekat anda…
dan mintalah mereka untuk melakukan hal yang sama…

☝🏼yang jelas jika anda tidak meneruskan hal ini maka anda telah melepaskan kesempatan untuk saling menasihati dalam kebenaran dan beramal soleh…

☝🏼jika anda melakukan dengan ikhlas insya-Allah anda akan mendapat ganjaran pahala kebaikan…

=================

JAMBATAN YANG PALING AKU TAKUTI

=================
JAMBATAN PALING PANJANG DAN LAMA UNTUK DILALUI OLEH SEMUA ORANG

👉🏼 ialah titian sirat yg lebarnya hanya sehelai rambut yg dibelah tujuh dan tajamnya lebih daripada mata pedang… dibawahnya terbentang *NERAKA* dan disebelahnya terbentang *SYURGA* yg luas…

☝🏼diceritakan bahawa
untuk merentasi titian sirat mengambil masa 15000 tahun…

👉🏼 5 ribu tahun menaik
👉🏼 5 ribu tahun mendatar
👉🏼 5 ribu tahun menurun

#share lah… dpt pahala mengingatkan sesama agama kita.

☝🏼seandainya jenazah itu mampu bangun dan menceritakan sakaratulmaut dan azab kubur…

☝🏼sudah pasti kita akan 24 jam di atas sejadah…

👉🏼 Mashaa Allah… ORG YG SYG ALLAH RINGAN TGN DIA NAK SHARE

Sumber/Kredit: Whatsapp

Sabtu, 18 April 2020

Saidina Jaafar Terputus Tangan Ketika Mempertahankan Panji Islam

Saidina Jaafar Terputus Tangan Ketika Mempertahankan Panji Islam


Saidina Jaafar Terputus Tangan Ketika Mempertahankan Panji Islam


SAIDINA Jaafar bin Abi Talib bersama isterinya, tinggal di bawah perlindungan Raja Najjasyi selama hampir sepuluh tahun. Hidup dalam keadaan aman, damai dan tenteram.

Beliau dan isteri akhirnya dapat merasakan kelazatan beribadah selepas tidak mengecapinya ketika di Mekah kerana gangguan oleh kaum kafir Quraisy. Pada tahun ke-7 Hijrah, Jaafar bersama kumpulan kaum Muslimin meninggalkan Habsyah lalu berhijrah ke kota Madinah.


Ketika mereka tiba di kota Madinah, saat itu Baginda Rasulullah SAW baru pulang dari Peperangan Khaibar sesudah berjaya menguasai Khaibar dan keseluruhannya. Kegembiraan mengenai ketibaan Saidina Jaafar di kota Madinah itu bukan sahaja dirasai oleh Baginda SAW, bahkan seluruh kaum Muslimin turut merasai kegembiraan tersebut.

Saidina Jaafar adalah orang yang sangat prihatin kepada orang miskin sehinggakan beliau diberi gelaran dengan panggilan ‘Abu al-Masakin’ iaitu bapa kepada orang miskin.
Abu Hurairah mengatakan bahawa: “Orang yang sangat baik kepada kami ialah Jaafar bin Abi Talib. Beliau pernah mengajak kami ke rumahnya dan memberikan makan minum kepada kami sehingga habis makanan yang dihidangkan dan beliau sanggup mengeluarkan bekas kecil yang berisi manisan di situ dan kami menikmatinya bersama-sama.”
Kegembiraan itu tidak berlanjutan lama. Selepas setahun lebih Saidina Jaafar berada di Madinah dan pada Jamadilawal tahun ke-8 Hijrah, Baginda SAW menggerakkan satu angkatan untuk menentang kerajaan Rom di negara Syam.
Baginda SAW mempersiapkan satu angkatan yang disertai oleh Saidina Jaafar. Kejadian itu berlaku apabila Rasulullah SAW mengutuskan Harith bin Umair sebagai utusan untuk menyampaikan surat kepada Kaisar, Maharaja Rom.
Tetapi ketika Harith tiba di Mu’tah, Jordan, beliau disekat oleh ketua kabilah di sana yang akhirnya beliau dibunuh. Ia adalah satu tamparan hebat buat Baginda SAW dalam urusan dakwah kerana tidak pernah berlaku dalam sejarah, seorang utusan dibunuh.
Bahkan di dalam undang-undang pada ketika itu juga, seluruh bangsa mengetahui bahawa utusan tidak boleh dibunuh.
Apabila Harith bin Umair dibunuh, Baginda menggerakkan sejumlah 3,000 angkatan perajurit perang dan melantik tiga ketua untuk memimpin angkatan itu.
Panji peperangan itu diberikan kepada Zaid bin Harithah dan Baginda berpesan: “Sekiranya Zaid gugur syahid, maka yang akan mengetuai kumpulan tersebut ialah Jaafar bin Abi Talib.
Sekiranya Jaafar juga terbunuh, maka ketika itu yang akan menjadi ketua kepada seluruh angkatan kaum Muslimin ialah Abdullah bin Rawahah. Sekiranya Abdullah juga gugur, maka ketika itu hendaklah kaum Muslimin melantik seorang amir dalam kalangan mereka yang mereka rasakan mampu untuk memimpin mereka.”
Tatkala angkatan Muslimin ini tiba di Mu’tah, mereka dapati orang Rom membuat persiapan lebih awal untuk menghadapi mereka. Ketika itu, berkumpul 100,000 angkatan tentera Rom dan mereka bergabung pula dengan 100,000 pasukan Arab yang beragama Nasrani.
Melihatkan itu, sahabat kemudian berbincang sama ada perlukah mereka menghantar utusan kepada Baginda Nabi SAW mengenai jumlah angkatan musuh.
Kemudian Abdullah bin Rawahah lantas berkata: “Tidakkah kita ini berperang untuk agama ini. Kita bukan berperang kerana jumlah kita yang ramai. Kita juga tidak berperang kerana cukup kelengkapan. Sebaliknya kita berperang untuk agama ini dan kita dijanjikan Allah dengan dua kemenangan, sama ada kemenangan di dalam medan peperangan atau kemenangan dengan mati syahid.”
Api peperangan mula marak menyala. Zaid bin Harithah mula meluru ke arah angkatan musuh dengan gagah berani sambil mengikat erat panji peperangan yang ada pada dirinya. Angkatan musuh memerhatikan ke arah orang yang membawa panji peperangan tersebut.
Mereka menyerang Zaid bertalu-talu dan akhirnya Zaid bin Harithah, anak angkat Rasulullah jatuh dan gugur ke bumi.
Tatkala Saidina Jaafar melihat Zaid dan panji peperangan jatuh, Jaafar terjun daripada haiwan tunggangannya dan terus meluru ke arah Zaid dan mengambil panji peperangan tersebut lalu ditegakkan semula.
Kemudian, beliau pula mula mempertahankan panji peperangan tersebut daripada angkatan musuh. Namun dalam masa yang singkat saat beliau bergelut dengan musuh, beliau juga dikepung angkatan musuh dan pada saat itulah angkatan musuh menetak tangan kanannya sehingga putus.
Sebelum panji tersebut jatuh ke bumi, beliau mengambil panji itu dengan tangan kirinya. Mereka kemudian menetak tangan kirinya lalu putus maka diapit dengan kedua lengannya. Kemudian mereka menetak bahunya sehingga tercabut dan pada ketika itu, mereka menyerbu dan menikam beliau dengan banyak yang akhirnya beliau jatuh tersungkur.
Panji peperangan itu sebelum jatuh ke bumi disambar pula oleh Saidina Abdullah bin Rawahah. Beliau juga tidak mampu bertahan lama kerana diserang oleh angkatan musuh dan saat beliau rebah, maka panji itu diserahkan kepada Saidina Khalid bin Al-Walid.
Khalid sangat pintar dalam strategi peperangan mula mengawal peperangan tersebut dengan baik. Akhirnya dengan strategi perang yang disusun oleh Khalid bin Al-Walid, maka beliau berjaya menyelamatkan tentera Muslimin daripada terkorban semuanya. Hanya 12 orang sahaja yang gugur syahid di medan Mu’tah ini.
Saidina Jaafar, saat gugur di medan peperangan beliau sedang berpuasa. Saat dibawa air kepadanya agar beliau dapat minum selepas luka teruk dan cedera parah, beliau tetap tidak mahu membatalkan puasanya.
Beliau kemudian berkata: “Aku sedia untuk menunggu minuman-minuman syurga.” Berita kematian ketiga-tiga pemegang panji itu sampai kepada Rasulullah SAW. Berjurai air mata Baginda mendengarkan berita tersebut. Selepas itu, Baginda mendongak ke langit sambil tersenyum dan mengungkapkan: “Ketiga-tiga mereka telahpun dibawa ke syurga.”
Lalu Rasulullah segera mengunjungi rumah Jaafar dan menemui isteri Jaafar, Asma binti Umais. “Wahai Asma, di mana anak-anak kamu, Muhammad, Abdullan dan Auf, bawalah mereka semua kepadaku,” tanya Rasulullah.
“Wahai Pesuruh Allah, apakah ada sebarang berita mengenai suamiku, Jaafar sampai kepada kamu?” balas Asma.
Sambil memeluk ketiga-tiga anak lelaki Jaafar yang tidak mengerti apa-apa itu, baginda menangis dan dengan suara yang tersekat-sekat kesedihan baginda lantas berkata: “Jaafar kini sudah syahid wahai Asma pada jalan Allah. Dia kini berada di samping-Nya di syurga atas segala pengorbanannya memerangi pihak musuh tanpa sebarang perasaan gentar dan takut.
“Tetapi janganlah kamu meraung dan meratap sehingga menepuk dada, kepala dan mengoyakkan pakaian akibat terlalu sedih,” kata baginda. Baginda memberi panduan kepada isteri Jaafar dan semua pengikut yang lain supaya tidak meratapi kematian seperti kebiasaan adat orang Arab dahulu kala.
Sedangkan Rasulullah sendiri berasa sangat sedih atas kematian sepupunya itu tetapi memadai dengan menitiskan air mata dan bersabar. Manakan tidak, dahulu baginda yang paling gembira menyambut kepulangan Jaafar yang berhijrah ke Habsyah dan kini telah gugur di medan perang.
Pertalian rapat antara mereka digambarkan seperti antara sahabat yang paling mirip kepada baginda daripada apa juga aspek termasuk akhlak, tubuh badan dan rupa paras adalah Jaafar bin Abi Talib. Maka tidak menghairankan baginda begitu merasai kehilangan Jaafar.
Bagi mengubati kesedihan yang ditanggung oleh keluarga Jaafar, baginda meminta para sahabat yang lain supaya mengunjungi dan menghantar makanan kepada isteri dan anak-anak Jaafar.
Wallahualam.
Kredit/Sumber: bharian.com.my

 

Ad Placement